Tanah Airku Indonesia


Gairah
November 16, 2008, 12:24 pm
Filed under: Uncategorized

Gairah mungkin adalah kata dalam bahasa Indonesia yang mempunyai makna terdekat dengan kata passion. Saya mengalami sedikit kesulitan dalam mencari terjemahan yang tepat untuk kata tersebut. Namun, demi menyelesaikan naskah ini, saya memutuskan untuk mengabaikan sedikit perbedaan yang ada di antara kedua kata itu.

Jika Anda menanyakan kepada saya apa yang hilang dari hidup saya selama masa menempuh universitas, jawabannya adalah gairah. Hari-hari berlalu dengan kewajiban dan tanggung jawab, disertai sedikit rekreasi dan hiburan yang membantu saya bertahan melalui salah satu masa paling membosankan yang pernah saya alami.

Saya sering menyalahkan diri sendiri dan merasa menjadi seorang pecundang yang tidak mempunyai mimpi ataupun gairah dalam hidup ini. Saya selalu berpikir bahwa hilangnya gairah tersebut disebabkan oleh kemalasan saya sendiri, yang telah menyalahgunakan kebebasan dari pengawasan orang tua yang baru saya raih.

Namun, pandangan tersebut berubah setelah kehadiran beberapa teman baru, orang-orang muda yang masih mempunyai gairah membara, gairah terhadap hal yang sama dengan apa yang dulu membuat hati saya berkobar. Gairah saya mulai menyala kembali, saya mulai merasakan kembali semangat di tulang-tulang dan otot-otot saya. Hari-hari saya menjadi lebih cerah dan menyenangkan.

Ternyata bukan kemalasan yang mencuri gairah saya selama itu. Kurangnya teman yang mempunyai gairah yang sama membawa kekecewaan yang perlahan tapi pasti memadamkan semangat saya. Namun, saya tidak dapat mengkambinghitamkan orang lain, kurangnya inisiatif untuk mencari orang yang punya gairah yang samalah yang pantas disalahkan.

Bookmark and Share


Takut dan Kuatir
November 9, 2008, 11:44 am
Filed under: Uncategorized

Pernahkah kita menanyakan seberapa dingin atau gelapnya sesuatu? Jika pernah, sadarkah bahwa kita telah salah kaprah mengenai makna dari dingin dan gelap? Dingin maupun gelap bukanlah suatu besaran yang dapat diukur nilainya. Dingin (cold), atau tidak panas (hot), bermakna suatu kondisi di saat kalor (heat) absen atau rendah nilainya, seperti halnya gelap (dark), atau tidak terang (bright), di mana tiada cahaya (light) atau rendah intensitasnya.

Kadang kita juga salah mengerti arti kata takut dan keberanian. Beberapa beranggapan bahwa menjadi berani, atau memiliki keberanian, berarti tidak mempunyai rasa takut. Mereka berusaha menjadi berani dengan menyangkal ketakutan mereka, yang pada akhirnya hanya membuang-buang tenaga tanpa hasil yang jelas. Takut (fear), atau tidak berani (brave), seperti halnya dingin dan gelap, adalah suatu kondisi atau situasi di mana seseorang tidak memiliki keberanian (courage), atau rendah keberaniannya.

Merasa takut adalah hal yang manusiawi, semua orang mengalaminya, sering atau jarang. Yang menjadi permasalahan bukanlah perasaan takut itu sendiri, namun sikap yang diambil dalam menghadapi ketakutan tersebut. Apakah kita menjadi khawatir (worry) saat perasaan takut itu datang, atukah kita menguatkan hati dan memompa naik nilai keberanian kita untuk melawan rasa takut itu.

Di saat dunia menghadapi goncangan ekonomi seperti saat ini, kekhawatiran adalah hal terakhir yang kita harapkan. Kekhawatiran yang berujung panik lah yang membuat keadaan menjadi semakin parah seperti saat ini. Padahal, jika saja setiap kita tetap tenang, berusaha mengumpulkan sedikit keberanian untuk menjadi berani, krisis akan lebih cepat berlalu dengan imbas yang lebih ringan.

Bookmark and Share


Berguna
October 22, 2008, 11:31 am
Filed under: Uncategorized

Menjadi berguna adalah keinginan umum kita, atau hampir semua dari kita. Itu jugalah yang menjadi motivasi saya terus menulis blog ini, saya ingin menjadi berguna untuk Anda melalui tulisan-tulisan ini. Namun, sering kali saya menghadapi kebuntuan dalam menentukan topik apa yang akan berguna untuk Anda, mengingat kepentingan, permasalahan, dan kebutuhan Anda masing-masing kian beragam.

Jika ada satu nasihat yang berguna untuk Anda semua, itu adalah, “Jadilah Berguna!” Tidak peduli apapun yang Anda hadapi, saat Anda berusaha untuk menjadi berguna, Anda akan mendapati diri Anda di kondisi yang lebih baik. Jangan hanyut oleh masalah, tinggalkan sejenak masalah Anda dan cobalah berpikir bagaimana Anda bisa berguna untuk orang lain. Kepuasan karena menjadi berguna akan memberi tenaga untuk maju lagi.

Bookmark and Share


Belajar untuk Menulis untuk Belajar
October 19, 2008, 11:31 am
Filed under: Uncategorized

Menulis adalah suatu tindakan yang telah diajarkan kepada kita sejak kecil. Dimulai dengan huruf-huruf, yang kemudian disusun membentuk kata-kata,  lalu dihubungkan menyusun kalimat, dan dirangkai menjadi sebuah karya sastra yang indah.

Beberapa hari ini saya mencoba menggali inspirasi untuk menorehkan sesuatu yang baru di atas kertas elektronik ini. Saya membaca banyak sumber berita dan fakta sambil memeras otak dengan harapan menemukan gagasan untuk dituangkan di sini. Saya belajar, untuk menulis.

Pepatah berkata, “Anda belum benar-benar belajar tentang sesuatu, jika Anda tidak mampu menuliskan apa yang Anda pelajari.” Cukup benar kalimat tersebut dalam kehidupan saya sehari-hari. Saat saya menuliskan pelajaran yang saya dapatkan, semakin dalam saya mengerti. Saya menulis, untuk belajar.

Saya belajar untuk menulis untuk belajar. Jadi, dalam sebuah proses menulis terdapat dua tahap pembelajaran, yang pada akhirnya menghasilkan pengetahuan dan pengertian yang lebih mendalam. Menulis sudah diajarkan sejak kecil, tetapi sering dilupakan betapa bermanfaatnya menulis untuk kita.

Bookmark and Share


Rinduku
October 15, 2008, 2:44 am
Filed under: Uncategorized

Hari ini mendung, hujan rintik-rintik membasahi jendela kamarku. Tirai kututup rapat-rapat, lampu kumatikan, lalu aku berbaring santai di ranjangku yang nyaman. Lagu-lagu Sheila on 7 mengalun mengiringi pikiranku yang melayang ke masa lalu. Entah mengapa lagu-lagu Sheila selalu menyeret ingatanku ke masa-masa SMA-ku.

Kubayangkan ruang kelasku yang dulu, sudut di mana aku selalu duduk menatap kosong ke jendela, papan tulis hijau yang selalu kuabaikan, sampai ke pintu kaca yang dulu menjadi sumber kasus dengan Bu Cahyo. Sungguh menyenangkan saat-saat itu, tidak ada sedikitpun beban yang menindih dan menghimpit pikiranku. Setiap hari aku bisa bertemu dan berkumpul dengan teman-teman, membicarakan segala hal yang tidak penting, bermain kartu sampai jam istirahat, bermain basket sampai basah kuyup, berjalan-jalan berkeliling sekolah saat dikeluarkan dari kelas akibat baju yang basah oleh keringat, berkumpul di ruang OSIS, menjalankan rapat yang panjang dan menyenangkan, dan semua hal-hal lain yang sangat kurindukan, tetapi tidak lagi bisa aku lakukan.

Rasa senang dan sedih bercampur-aduk di dalam hatiku. Senang mengenang kembali masa-masa paling menyenangkan dalam 22 tahun hidupku, tetapi sedih mengetahui masa-masa itu telah berlalu dan tidak akan kembali. Bagi Kalian yang masih duduk di bangku sekolah, khususnya SMA, dengarkan nasihat dariku, nikmatilah waktumu, kerjakan semua yang bisa Kalian lakukan, yang ingin Kalian lakukan, jangan membuang-buang waktumu mengeluh tentang ulangan, ujian, ataupun pekerjaan rumah kalian. Karena, percayalah, setelah semua itu berlalu, Kalian akan merasa ulangan dan pekerjaan rumah itu sangat menyenangkan dibandingkan semua tanggung jawab yang akan Kalian pikul.

Bila Chairil Anwar berkata, “Aku ingin hidup seribu tahun lagi,” aku ingin berteriak, “Aku ingin menikmati SMA seribu tahun lagi!”

Bookmark and Share


Pemilu
October 11, 2008, 12:50 pm
Filed under: Uncategorized

Kurang dari sebulan lagi pemilihan presiden Amerika Serikat akan dilaksanakan. Acara ini adalah salah satu agenda penting yang paling dinantikan oleh seluruh rakyat AS, bahkan masyarakat internasional pada umumnya. Sebagai pemimpin sebuah negara adidaya, presiden AS diharapkan mampu membawa AS, pada khususnya, dan dunia, pada umumnya, ke suatu tahap yang lebih baik daripada sebelumnya.

Satu tahun ke depan, bangsa Indonesia juga akan menyongsong pemilihan umum, pesta demokrasi rakyat Indonesia. Hiruk-pikuk antusiasme masyarakat Indonesia menghadapi acara ini tidak kalah dari AS. Hal yang berbeda hanyalah penyampaian visi dan misi dari tiap partai, maupun setiap calon presiden. Bolehlah kita belajar untuk menjadi lebih dewasa berpolitik dengan menengok kampanye para calon presiden AS.

Baik senator Obama maupun McCain telah dihadapkan pada masalah-masalah konkrit yang dialami oleh AS, termasuk krisis finansial dan resesi yang tengah melanda dunia. Setiap jawaban yang diungkapkan maupun sikap yang diambil oleh kedua calon dengan terbuka dan cepat disampaikan ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kita bisa mengakses hasil tanya-jawab dengan kedua calon, bahkan posisi terbaru kedua calon di pemungutan suara dari setiap daerah di AS dengan mudah melalui internet, siaran berita, atau majalah-majalah.

Agak disayangkan malah, kita cenderung lebih sulit mencari sumber-sumber untuk mengetahui secara jelas visi dan misi para calon, peta kekuatan mereka di setiap daerah, maupun bagaimana tiap calon menyikapi berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia. Mungkin inilah penyebab lemahnya kesadaran politik masyarakat Indonesia dalam memilih siapa yang akan menjadi pemimpin mereka. Sebab siapa yang akan kita pilih, jika kita tidak tahu siapa yang menurut kita terbaik? Bagaimana kita tahu siapa yang menurut kita terbaik, bila sedikit informasi tentang mereka yang disampaikan?

Semoga di masa yang akan datang, secepatnya, pemerintah dapat mengadakan lebih banyak acara tanya-jawab yang berkualitas, stasiun-stasiun televisi menyiarkan lebih banyak kupasan tentang para calon wakil rakyat yang obyektif, majalah-majalah dan surat kabar menyiarkan lebih banyak perkembangan terbaru tentang persiapan pemilu. Pengorbanan mungkin diperlukan, pengurangan jam tayang sinetron, lebih sedikit kolom gosip, ataupun pemangkasan acara-acara lain yang relatif kurang membangun.

Mari kita bersama sukseskan pemilu 2009!

Bookmark and Share


Ketika Aku Sudah Tua
October 9, 2008, 11:34 am
Filed under: Uncategorized

Mempunyai cita-cita dan mimpi adalah hal yang indah dan memberi kita semangat untuk menjalani hidup ini dengan penuh arti. Namun, janganlah kita terlalu fokus pada apa yang ada di masa depan, sampai melalaikan masa kini dan melupakan masa lalu.

Kutipan berikut ini saya cantumkan untuk mengingatkan kita semua akan cinta kasih orang tua.

Ketika aku sudah tua dan bukan lagi aku yang semula, mengertilah, bersabarlah sedikit kepadaku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang mengatakan sesuatu yang telah bosan kau dengarkan, bersabarlah mendengarkan dan jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku harus selalu mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tertidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, janganlah marah kepadaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku, seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah tentang aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur. Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Bookmark and Share


Terima Kasih
October 8, 2008, 8:29 am
Filed under: Uncategorized

Hanya itu yang bisa saya sampaikan selaku penulis blog ini kepada Saudara sekalian yang telah berpartisipasi memberikan komentar-komentar pada tulisan-tulisan saya. Beberapa bahkan memberikan kritik-kritik terhadap kesalahan penulisan saya, yang sangat saya hargai dan harapkan untuk terus disalurkan pada tulisan-tulisan selanjutnya.

Perdebatan yang terjadi adalah hal yang wajar dan membangun, asalkan dilandasi dengan sikap moral yang tidak memaksakan pendapat sendiri. Saya sangat gembira bila halaman saya bisa menjadi ajang diskusi mengenai struktur berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Karya ini hanyalah sebuah saluran untuk mendukung kebangkitan budaya bangsa Indonesia, Andalah pelaku-pelakunya. Mari kita teruskan perjalanan membangun kesadaran yang masih panjang ini bersama-sama!

Bookmark and Share


Susu Indonesia
October 6, 2008, 10:47 pm
Filed under: Uncategorized

Beberapa hari yang lalu saya pergi berbelanja ke salah satu pasar swalayan terkemuka di Singapura. Harapan saya adalah dapat menemukan susu coklat merk Greenfields yang saya sukai dan yang begitu jarang ditemui di pasar swalayan lainnya.

Setelah beberapa lama berputar-putar mencari lorong bagian susu dan produk-produk olahannya, akhirnya saya menemukan yang saya cari-cari. Betapa terkejutnya saya, ketika saya mengulurkan tangan mengambil susu coklat tersebut, seorang bibi pegawai di pasar swalayan tersebut menegur saya, berkata, “Coba yang ini saja, jangan yang itu, buatan Indonesia, tidak bagus.” Spontan, saya membalas, “Maaf, Bu. Saya orang Indonesia, saya suka yang ini, enak!” sambil meninggalkan dia dengan hati jengkel.

Bukannya saya beranggapan bahwa susu buatan Indonesia adalah yang paling enak dan baik. Bukan juga saya adalah seorang nasionalis yang berpandangan sempit yang hanya mau membeli barang buatan Indonesia. Saya hanya tidak suka sikap mereka yang memandang rendah Indonesia. Sejelek-jeleknya kondisi di Indonesia, Indonesialah yang telah membuat saya menjadi saya yang sekarang ini.

Saya bangga dan bersyukur menjadi seorang Indonesia, Kamu?

Bookmark and Share


Pertahanan Barang-barang Purbakala
October 4, 2008, 9:40 am
Filed under: Uncategorized

DotA atau Defense of the Ancients, yang bila diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Indonesia berarti pertahanan barang-barang purbakala, adalah sebuah permainan elektronik melalui jaringan lokal atau internet. Permainan ini layaknya pertandingan bola basket, dimainkan oleh 2 tim bertentangan yang masing-masing beranggotakan 5 pemain.

Permainan ini mulai populer sejak tahun 2004 dan terus berkembang di kalangan anak muda sampai saat ini. Bila Anda berkunjung ke warnet terdekat, besar kemungkinan Anda akan mendapati sejumlah pemuda bahkan pemudi yang sedang asyik bermain DotA. Mulai dari mereka yang sekedar bermain sesaat untuk mengisi waktu luang, sampai yang menjadikan permainan tersebut kegiatan utama dalam kehidupan sehari-harinya.

Banyak pandangan negatif datang khususnya dari kaum orang tua tentang permainan ini. Mereka merasa anak-anak mereka menghabiskan banyak waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan studi mereka. Pendapat ini tidak bisa disangkal kebenarannya saat Anda menyaksikan banyak pelajar yang bahkan rela bolos sekolah atau menginap di warnet untuk bermain. Secara pribadi, saya juga menentang kegiatan semacam ini.

Namun, ada sisi-sisi positif yang mungkin terabaikan saat kita menilai permainan ini. DotA meningkatkan semangat kompetitif para pemainnya. DotA juga menuntut kerja sama yang tinggi, yang berarti mengurangi individualisme dan egoisme. Dalam kompetisi dengan peraturan yang jelas, sportifitas para pemain juga wajib dijaga, tim yang melanggar nilai-nilai sportifitas akan mendapatkan sanksi yang tentunya tidak diinginkan.

Di saat bangsa Indonesia mengalami penurunan prestasi di tingkat Internasional, tahukah Saudara bahwa tim DotA Indonesia telah menuai banyak prestasi di Asia, bahkan dunia? Jika belum tahu, Anda bisa mencari berita dan fakta mengenai fnatic, tim DotA yang beranggotakan 5 pelajar Indonesia asli. Pemuda-pemudi Indonesia telah menunjukkan potensi mereka, sekarang adalah giliran pemerintah untuk membina bibit-bibit unggul ini untuk menorehkan prestasi lebih tinggi lagi demi nama baik Indonesia.

Bookmark and Share