Filed under: Uncategorized
Mempunyai cita-cita dan mimpi adalah hal yang indah dan memberi kita semangat untuk menjalani hidup ini dengan penuh arti. Namun, janganlah kita terlalu fokus pada apa yang ada di masa depan, sampai melalaikan masa kini dan melupakan masa lalu.
Kutipan berikut ini saya cantumkan untuk mengingatkan kita semua akan cinta kasih orang tua.
Ketika aku sudah tua dan bukan lagi aku yang semula, mengertilah, bersabarlah sedikit kepadaku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang mengatakan sesuatu yang telah bosan kau dengarkan, bersabarlah mendengarkan dan jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku harus selalu mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tertidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, janganlah marah kepadaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku, seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah tentang aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur. Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
7 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
gilaaaa lo lagi mellow ya hen? hahaha
frozen wind 10.09.08 @ 11:42 amhomesick? jadi pengen pulang….
Taik… nyindir gua yah? udah ga pulang 2 taon.. Jitak lu..
Shandy 10.09.08 @ 5:47 pmTUMBEN!!postnya bermakna.wowkowkowkokwokwokw
pembantai 10.09.08 @ 7:10 pmwow…. kali ini bermakna banget postnya…. mantap hen… copy dari mana lo?? hahahaha….ga deh jkjk…
ardy 10.09.08 @ 7:20 pmsi hen kayanya lage kangen ama ortu ya?
emang nyomot koq lim
Shandy 10.10.08 @ 9:41 pmWOWWWW!!!..great hen…bagus banget nih artikel…^^
ivanawu 10.12.08 @ 9:16 pm“Ketika aku berulang-ulang mengatakan sesuatu yang telah bosan kau dengarkan, bersabarlah mendengarkan dan jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku harus selalu mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tertidur.”
gilak yg ini ngena banget nih, sial… T.T
eminginside 10.12.08 @ 10:09 pmg paling sering tuh ngomel2 klo denger omongan bokap yg diulang2 terus.. hahaha tobat2… bener sih klo dipikir2 kl dulu lagi kecil g selalu pengen diceritain monyet maling pisang tiap malem, huahuahauhua